Selasa, 14 Desember 2010

SPECIAL!!! HOW-TO draw YUI no GITAA Part 1:sketching

good afternoon everyone!
at least i can take a rest for a week from previous examination. but after about a week i'll have a test again.
Hope my score increase :D

today i'll share my drawing techniques here while im playing YUI
need to be remembered, techniques here are combination from several manga techniques. if you still confused just buy the book hahaha
and i ussualy erase drawing while im doing the steps (if i feels bad at the drawing :D)

lets start then...
=FIRST, preparing... prepare any paper, a pencil, an eraser, and a ruler, and your mind
sorry, my room's messy:))

Photobucket

=start to draw a circle as the head, then draw a face-shape and "plus" line in the midlle

Photobucket

=draw her eyes, nose, and her mouth. you can learn it from books or internet

Photobucket


=go down. start the neck and shoulder. then her hand and her gitaa. wait, this is my trick to draw gitaa. draw the line first to decide where we place the body and the neck. do this correctly so the gitaa will not looks strange. i do this for several times to fine the best place :D

Photobucket

=from the line, make a rectangle for the gitaa body. then draw the body. i draw Martin. for the best gitaa drawing you can print the gitaa picture. i download a martin catalog from martin official website then print it. if you want to draw fender, just go to the official page and save the picture

Photobucket

Photobucket

=draw the neck and the head using your ruler. i printed so much photos (for observation only!)
and draw the 3D shape of the gitaa

Photobucket
Photobucket
Photobucket

=detail
Photobucket

=next hand
Photobucket

=hair
Photobucket
Photobucket

=next step. to decide where's the hole and string-holder. take a line from the neck to the body using your ruler
Photobucket

=detail
Photobucket

=more
Photobucket

=make 6 little circle. note:DO THIS CAREFULLY. you'll know why if you do this by yourself
Photobucket

=do the head, make lines for each string like this. then, connect each string with previous 6 little circles
Photobucket

=do the fretboard. theres 22 frets (if im not mistaken:)))
Photobucket

=clothes. i dont draw the pattern
Photobucket

=detail
Photobucket

=detail
Photobucket

now its finished! try it at home:D
see you at the next step!!!



Sabtu, 11 Desember 2010

YUI Jam: need to learn more at the detail

minna-san, good evening. are you okay?
i did a hiatus cause i got a test, now i connected to you! and share my drawings!
for the biggest resolution click HERE

and this is the scanned warped paper:












finally...YAY! i finished it! thanks god, for the help
actually, this is a big deal for me, cause for me YUI Jam is very hard to draw. because its lot of expression, i really love the song
i really love it, so i dont want to draw like usual. i want to draw with a lot of expression
i was very confused, and didnt draw for days just for think about the concept.
and i got it, YUI jump when she do the bridge (melody),
when i draw her legs, i confused to imagine her legs jumping. so i jumped
i jumped with my friends, so i can see the detail. when i jumped for few times, my friends laughed. hahah, they said "what r u doin?"

i draw YUI jump because i think that the video is lil bit boring ^^
not like rolling star video, rolling star video is more dynamic and more expressive

so i made my own Jam, hahaha

the sketching is good but, well lets see the inking

the inking not good enough and i did mistakes at the guitar detail, oo, how pity
and the colouring, this is the first time i use watercolour, i just use the black colour and do aquarel technique

waiting the paper dry is the worst, i wait it for 15 minutes, but it isnt dry
so i iron it. not going well, but its dry
and the paper warped TT

its okay, cause it isnt effect at the final

thanks for readhing and the watch, hope you always be okay and good
bye!
PS: LOOK AT THE HAND, I DID MISTAKE THERE!

Minggu, 05 Desember 2010

SUMMER IN LINE!


now is winter, tough im still drawing about summer, cause i love it :D

it feels like you spread out your happines to the world, feel the wind and the sea forward you
this is the first design, i scanned it 300px illustration mode at EPSON scan, i draw it with faber castell colouring pencil, hitec pen 0,4, and various drawing pens:












and took one of YUI photograps (I scanned it by myself):

waiting for upload to blogger... I almost forgot that it is a 4GB picture
how sloow






its done!

then, i open photoshop CS3 and do manipulation, i change the contrast and levels, a big brush, crop and distort the background

and dont forget the details, the costume! its same right(actually im not sure)!
have fun:DD

i just have the full version see, here!

Sabtu, 04 Desember 2010

A Pinch of A New Start

Hi everyone, dunno what i want to talking about but, let me say Hello
This is my blog about my drawings of YUI, tough my drawing not good enough
i am really happy to open this blog, to posts my drawings, but my aim isnt to copycat the other sites/blogs about YUI, but i just want the world know yhat im an human being :D

this is the new start, and the new start beginning with something unspecial. i havent a lot of drawings, i just have a few and i didnt prepare the banner yet :(

im so sorry if you arent satisfied with this blog, maybe youve imagined how surprising this blog, YUI is everywhere, the posts fulfilled by YUI lyrics, pictures of her everywhere

but in the fact theres nothing
in starting this blog, i was so much confused by "how i expand this and make it popular"

but i know that something big started with a simple things

so, im starting
and draw more of YUI

Rabu, 20 Oktober 2010

Tips Bersepeda Bagi Cewek/perempuan/wanita/cewok

sepeda? sapa gak kenall? alat transportasi yang di shopisticated kembali di abad 21 ini adalah kendaraan saya ke sekolah ampir tiap hari.
saya satu2nya cewek yang pake sepeda... di sekola
pake rok lho...

cewek naek sepeda nggak mesti kayak saya ke sekolah. ada banyak: olahraga, ke kantor, kuliah....
ini tips original saya untuk anda disamping rumor2 tak baik tentang sepeda bagi wanita. spesial sepeda gunung... heheh, jarang pake sepeda kota

yang pake rok panjang dan pelajar:
#pake short atau legging sekalian. dah tau kan apa maksute...
#kayuh sepeda pada jari2 kaki. selain biar tambah tinggi, juga biar roknya gak ngangkat
#pelankan kecepatan anda saat:
a. angin kencang atau saat musim pancaroba
b. saat kendaraan ramai lancar
dikarenakan anginnya kenceng, apalagi kalo truk lewat.... brusssh. mantaafff
#tidak membawa beban terlalu berat. seperti laptop dua kilo atau kulkas. jangan bawa kulkas ya. karena beban berat membuat kita susah bernafas waktu nanjak, terus otot2 di bagian bawah badan seperti paha dan (maap) bokong (hehehe) jadi tegang dan gak enak banget buat nyepeda. apalagi, barang berat tidak disarankan untuk yang jarang nyepeda. bakalan sesek banget.
#untuk mengurangi resiko keliatan, disarankan untuk berangkat lebih pagi. (yang ini aku ngakak banget) mantaff

yang pake rok selutut:
yang ini rawan banget keliatan ya...
#pake short kalo masih mau pake rok
#kalo masih nekat, pegangin rok sambir nyepeda (meganginnya di sedelnya)
#kalo masih nekat, berangkatlah jam 4 pagi...
#kalo gak nekat. pake celana dari rumah (jangan celana transparan yo... atau celana babydoll) dan ganti celana ke rok anda waktu dah sampe kantor atau sekolah

yang olahraga:
pake celana panjang:
#jangan pake celana terlalu ketat... gak bagus buwat kesehatan. nanti aliran darah tidak lancar, padahal kan baru olahraga...
#jangan pake baju mini. karena sepeda adalah kendaraan yang termasuk lemot, walaupun anda memakai baju mini karena alasan ingin merasakan udara pegunungan. ntar orang2 disana malah ngeliatin anda...
(kampanye anti denim dan jeans ketat)

begitu beberapa tips yang masih saya inget.. mpe sekarang
maju persepedaan indonesia

semoga bermanfaat
salam gowess

Senin, 18 Oktober 2010

NOME BUT PAIN: a medulla spinalis-pain

perhatian2... tugas saya minggu ini adalah:
makalah ipa dengan tema voltage source (baru ngasih minggu ini, padahal kelas laen udah:abis gurunya kemaren2 gak masuk)
makalah ips dengan tema berakhirnya orde baru
makalah ips tentang kurs mata uang
makalah ips tentang presiden megawati
makalah bahasa indonesia dengan judul plagiarisme dan monopoli musik di indonesia
tugas seni rupa nggambar di atas canvas (figuratif type)

tugas yang bukan minggu ini (maksutnya tugasnya bisa diulur)
tugas seni rupa satu lagi nggambar di atas canvas
makalah bhs indo di atas tadi (tapi karena makalahnya bakalan panjang jadi tak kerjain dari awal)

dan ini, tugas paling gak penting buwat hampir semua orang, kecuali beberapa orang
tugas lukis di kanvas DUA buah (gila aja...) buwat pameran seni rupa. dan ironisnya aku disuruh gambar naturalis (jadi gak seperti yang kuinginkan. aku pengin gambar urban, jadi males gareapnya)

bayangin aja duduk ndodok di depan leppy 3 jam lebih, punggung sakit mata bengkak dan resiko berat badan naik (gak penting yah..)...
penyiksaan nih

tapi lebih menyiksa yang ini:
minggu kemaren ada selebaran lewat, selebaran GO ngadain seminar, selain GO juga ada tryout primagama, kedua seminar geje itu diadain di hari yang sama. aku ikut yang primagama yang harganya 10.000 walopun GO GRATIS tis tis. aku bilang ke emak aku mau ikut treot primagama itu, aku ga bilang harganya 10 rebu. waktu emak daptar aku ga ikut , gara2 aku ga bilang harganya, ibuk pergi ke atm ambil duit dikiria treotnya harganya 50 rebu. walhasil, karena emak keburu2 ambil duit, atmnya ketinggalan.

dan ironi mati rasa ini pun dimulai (halah...)

di minggu mendung sepet aku berangkat treot, sebelum berangkat dan hari2 sebelumnya aku bingung mau belajar apa. soalnya aku gak tahu materi kelas 9 doang ato materi 7,8,9. waktu kuliat di karcis, tulisannya cuma parade smart sama nikita willy doang (yang jadi permasalahan di sini, seharusnya karcis primagama ini ada tulisan yang jelas treot unas atau treot materi kelas 9 doang. katanya SMART?? tapi karcisnya aja dah geje gini... gajelas treot materi mana. SMART APAAN NEHH!?)
jadi aku belajar materi 9 doang, itupun mau gak mahu.

aku berangkat pake sepatu, kaos kaki item (dimana orang2 gak pada pake kaos kaki, walopun pake pun mereka pake gak sampe kelihatan ke luar. di sini anda bisa melihat ke-cupukuper-an saya) baju amsterdam, jaket ijo kebo, dan kerudung cupu saya dimana mungkin diantara peserta treot di sana mungkin saya satu2nya yang pake kerudung cupu ini. SAYA CUPU

aku treot di mmtc, di mana para siswa2 yang regionalnya di sebelah utara kayak mts pakem smp bla3 pakem, dst. waktu nyampe, emak langsung cabut aku ditinggal ndiri, ketemu yoges yang lagi nunggu nadia sambil bilang, "nadia lama banget sih". dia masih nunggu di luar, aku masuk dia ikutan. aku keinget umi juga ikut treot tapi aku gak punya numbernya. aku minta yoges.
"inihh numernya..."
"yang mana nih"
"ini lhoo..." dia nunjuk habis itu malingin kepala ke arah jalan. ada namanya kalo gak salah ummiey ummieey blah3 dan satu lagi umi bla3
karena bingung saking gejenya aku pilih umi bla3 tak telpon deh..
"hallo?"
"halo"
"umi kamu di mana, kamu ikut treot kan?"
belum sempat lawan bicara "umi? kamu dah masuk blah3" waktu itu aku ngomong di jalan banyak yang ngeliatin, tak cuekin aja...
"Maaf salah sambung nih kali ya..."
"????"
-----
----
"yoges? ni nomer siapa? kok katanya salah sambung?" aku balik lagi ke tempat yoges, padahal udah jalan jauh2 (sambil menyingkat waktu ceritanya)
"wooooooah (sedikit ketawa) itu nomer tetanggaku yang bener tuh tadi tu lho ummiey ummmieey bla3" yoges bilang gitu sampe diliatin orang2 saking kerasnya dia ketawa

Ya Allah

y sud, ak tlepon umi... dia bilang dah masuk. waktu aku masuk aku tlepon lagi, waktu disana orang2 kayak penasaran banget sama aku (huuu lebaay) ngeliatin orang pake kerudung ga karuan dengan gigi maju sambil bawa hape dan bilang "um, kamu dimana... dimana sambil mondar mandir gak jelas.

jelas malu banget lah!

dia bilang di pojok kiri aku cariin sambil mondar-mandir akhirnya ketemu. aku duduk di belakang umi, sheila, dian, lintang, pramudita dkk duduk disekitar umi. aku duduk disamping orang yang gak kuketahui.

yoges masih di luar (pikirku) mc nya bilang pintu akan segera ditutup lima, empat, tiga, dua, satu... ditutup deh. alhasil kupikir yoges was outside the room.

aku liat pemandangan sekitar, kuliat diatasku juga ada orang2nya. terus layar lcd besar dan tatanan lampu "sweet lightnya'' sok banget je...

singkat cerita aja ya...
di seminar geje ini ada mat, inggris, indo n fisikabiologi. yang gak dibahas cuma indo (kali kalo dipikir indo itu membosankan dan indo itu mudah, jadi gak perlu smart solution) langsung aja liat pmbahasannya:
1. pembahasan matematika
sebelum pembahasan kita cuma dikasi 30 menit buwat ngerjain, walhasil aku ngerjain bhs inggris duluan. setelah selesai dibahas deh. dibahas pake cara cepet. jelas, aku gak dong. smart ya smart, tapi SMART APAAN. smart cepetnya kali yeh, emang berguna buat unas. konsepnya mana pak?
satu lagi, saat sang guru melaksanakan kewajibannya sebagai seorang pedialog interaktif, ia mulai berdialog dengan (maaf) mts pakem atau apalah namanya. terus di tengah dialog ia berkata "semoga smp 4 sleman bisa seperti SMP 4PAKEM". kemudian diikuti oleh amin-aminan dari para siswa. guru itu pun berkata lagi, "SIAPA YANG DARI SMP 4 PAKEM??" sontak saya mengacung dong, temen2 juga, terus tiba2 ada gerombolan besar laki2 yang ngacung di sebelah. baru tau itu gerombolan yang laki2 (ternyata lebih banyak daripada cewek.)
setelah kami mengacung, tiba2 ada suara (kalo gak salah lho yaa) huu huu-an gitu. tapi disamping itu tentunya saya merasa saya sedikit berbeda dari sekitar. kok kayaknya jadi memisahkan ya?? tentor yang aneh (mungkin aku yang aneh)
2. pembahasan fisika(gak pake biologi soalnya biologi cuma ada 3 soal)
di titik ini saya mulai merasakan gak nyaman. di tengah pembahasan (kayaknya dah dari pembahsan matematika tadi deh) dari atas ada kupasa kulit cat yang datang jatug silih berganti dan kertas2 yang jatuh. aku nengok ke atas, ada yang ngeliatin aku (serem) tapi tak cuekin aja. tapi aku denger sahut2 an kayak manggil aku (GR)
nah, pembahasan fisika ini dari gurunya bilang TANPA RUMUS. dengan layar lcdnya dia membahas berbagai soal dengan terkait MAKANAN. katanya, kalo pake makanan semua beres. ia melanjutkan, membahas soal nomer 35 tentang hambatan dan arus. kayanya "pak kebala sekolah bawa roti 20 terus yang ada di lantai satu muridnya 10, berarti setiap murit dapeet... DUA..dst" pertama2 sih ngedong tapi lama2 enggak, kayaknya yang laen juga enggak. SMART yang sulit dimengerti...
TIBA2 saat pembahasan fisika... SRET! LJK-ku diembat! apaan neh!!? KUCING GARONG! tiba2 manusia kaos kuning kulit item ngembat ljk-ku, dia duduk di lantai langsung nyalin jawabanku ke LJK-nya . aku malah diem aja sambil mandangin (aneh aku ini) aku mau ngambil tapi dia bilang 'bentar tak contek dulu'.

enak aja

"ambil aja tu mba" kata orang dibelakangku, kayaknya dia satu smp. langsung ku embat aja deh, sebenernya pengen tak tendang, tapi waktu itu gak kepikiran.
"HUUUU, PELIT" kata cowok itu (aku aneh ndiri kalo ngomong "cowok" cowek kali ya...).
dari situ aku tutupin ljk-ku. terus dari atas aku denger "WOI CEWEK, PELIT, CEWEK PELIIT!!"

jadi itu yang jatuhin kertas tadi...? entah

kayaknya yang duduk diatas untung deh, soalnya bisa liat jawaban dari anak2 yang dibawah. bahkan ada juga yang terang2an treak "NOMOR SATU JAWABANYAA AAAAA", ada juga yang langsung dateng ke tempat temennya terus di keplak sama temen satunya. ada juga saking deseperatenya dia jatuhin ljk ke bawah kayak pengen minta jawaban dari orang yg duduk di bawah. waktu diliat ljknya KOSONG. semoga dia menyesal berat karenya ljknya dikumpulin.

malah, waktu pembahasan, ada yang foto2 sambil lesehan, kiranya lagi di ancol kali ya... matanya dah burem.
3. pembahasan bhs inggris.
waktu membahas soal singkat cerita paknya ini ngasih solusi SMART. "jadi ini jenis teks apa anak anaaak??? report atau bla5. ya, report teeext." dia ngebahas nomer 46., "jadi cara SMARTnya adalah cari kata2 yang paling sering diketemuin. polar bear ada beraapaa? banyaaak. jadi jawabannya polar beaaar."
begitulah cara smartnya. aneh menurutku. (ketauan aku orang yang jarang les)
"eh, yang duduk di atas sanaa nanti jatoh lhoo" pak tentor gembul ini ngingetin ke atas. kayaknya nak2 yang diatas pada ngeliatin ke bawah semua.
-----
seminar 10 rebu tersebut berjalan singkat malah ga hampir semua soal dibahas walopun itu matematika. pada akhirnya aku harus nunggu jemputan PALING LAMA diantara yg laen karena emak kesendet di jalan gara2 ujan. yang laennya, umi naek motor sendiri, yg laennya jemputannya kilat semua.

malahan siswa sma yg ikut seminar dikit banget.

someday i'll have a car. jadi gak takut tidur di-klakson sama orang ato basah kuyup kehujanan.

yah, seminar kali ini dijadikan pengalaman aja haha. JANGAN LUPA PERGI BAWA SENDAL! :D
MINNA-SAN DEMO ARIGATOU!!!

Kamis, 17 Juni 2010

The "PLUS" of Being a SECLUDED Person

Kamis, 17 Juni 2010
The “PLUS” Of Being a SECLUDED Person

Wauhh... salam saya .aulia yang abis vakum dari blog karena beberapa hal:
1. males
2. ujian
3. belum beli pulsa internet
4. malas
5. malas juga

betewe abis ujian nih.. mau cerita sebentar, lagi duduk di ruang C1 aku sambil dengerin lagu yui yang abis dikasi kakak kelas, LENGKAP dari why me mpe gloria BENING pula suaranya, gak bruwet gak kresekkresek.
Aku mau cerita bentar ttg pengalamanku ujian mid 2 kemaren. Mid 2 kemaren itu killer banget buat saya, soalnya abis mid gak ada kayak semesteran, jadi langsung buwat nilai rapot ditambah ulangan2 lainnya. Hasil ulangannya? No comment.
Saking killernya, istirahatpun tetep digunain buwat belajar. Nah waktu itu karena lagi males buwat sholat dhuha, aku bareng sama nikee and putri dianita ikut sama mereka belajar bareng, abis aku penasaran tiap istirahat mereka berdua ngilang tanpa jejak terus.
Abis aku bilang ma mereka aku mau ikut belajar, aku malah ikut ke kantin bareng mereka (walah belajar apa konsumsi neh?). nah, waktu itu putri ma nike itu asik banget waktu ngobrol di jalan, mereka saking asiknya melupakan aku dibelakang (hueeek hik hik) mereka ngobrol gak jelas asik banget sedangkan aku jalan di belakang sambil bungkuk gak jelas gitu. Abis dari kantin aku protes, kok kalian asik banget aku jadi cupu sendiri gak ada temen buat ngobrol atau diajak ketawa ala gendruwo.
Setelah itu bukannya kita jalan sejejer bertiga malah aku yang disuruh jalan di depan, sendirian lagi. Wahh
Ternyata kita gak ke kelas, aku malah dibilangin sama nike mau ke tempat persembunyian mereka berdua yang ternyata ruang band. Sesampenya kita gak masuk sih, dikunci. Jadi cuma nongkrong di depan pintu aja. Sebelum sampe ke sana kita ke kelas dulu ambil buku/bahan buwat belajar(putri kelasnya beda dari aku sama nikee). Kita duduk di tempat yang gak terlalu bersih juga sih soalnya ada bungkus makanan gitu.
Waktu sudah baca2 buku sebentar dan ngobrol soal mater tiba2 mata obrolan (kan biasanya mata pelajaran) berganti jadi TOPIK TENTANG MYUSE, e gila dah ni dua orang mau ulangan malah mbicarain myuse.
Setelah diteliti (didengerin topiknya) beberapa menit mereka gak berenti mbilangin myuse, lha apa gunanya dong aku ke sana kalo buwat ngomongin myuse??? Mana kayaknya waktu itu aku belom belajar lengkap mata pelajarannya.
Yah, apa boleh buwat dari pada nangkring cupu sendiri aku coba ngobrol dikit lah... tapi gak terlalu ngikutin abis temponya cepet banget sih... 200 kali ya... coba 125 ato 95...
Dalam hati, aku sangat tersiksa keberadaanku seperti tak dihargai... oh Ty0h@n K3ynApach ShiCH @ku dIk0ch!l!in giNiYcH
(SYNDROME ALAY)
eh gak gak... bercanda kok, ya memang rada sedih tapi gak segitunya sampe pake tuhan tyuhannyan segala
gak terlalu ngikutin tapi masih dengerin dengan sergap tiba2 aku denger ada bel:teet teeet breet
aul:dah bel tuh, iya gak sih? (gak terlalu yakin soalnya tadi listrik mati)
nike: enggak ah
putri: enggak
putri: melanjutkan ngobrol
nike: nyaut ngobrol
aul: ...
aku liat ke bawah, anak2 masih pada ngocar ngacir, ya udah aku ke atas lagi buat nongkrong ma nike n putri.
Tak lama kemudian aku menyadari sesuatu, gak ada suara anak2 at temen2 terus aku nengok ke bawah dan apa yang saya lihat sodara2??? Sudah selesai istirahatnya...
Karena aku jua rada sebel sih (rada)terus:
Aul: menyadari sudah selesai istirahatnya... aul panik
Nike:ngobrol tempo cepat
Putri: ngobrol sangat cepat
Aul: sebel tapi dipendam dalam hati
Aul: “aku duluan ya”
Nike: “iya” tanpa menyadari ada sesuatu yang tersembunyi
Putri: “iya” nggak nyadar juga
Aul: pergi ke kelas dan tertawa dalam hati

Ckakaka, rasain kebejatanku akirnya berhasil, mereka gak nyadar dan masih ketawa-ketiwi di atas. Aku masuk ke kelas disana aku juga dah telat, tapi gak terlalu soalnya ljk-nya masih dibagiin.
Aul: ketawa-ketiwi sambil ngisi kolom ljk
Bu pengawas(bu kus): celingukan nyari nikee
Bu pengawas:masih tetap mbagiin ljk dengan resah
Bu pengawas: “siapa tadi yang main sama nikee?”
Aul: mengacungkan tangan dengan elegannya sambil nahan tawa
Bu pengawas: “nikee kemana ul??”
Aul: “di ruang band bu” sambil nahan tawa pake tangan
Bu pengawas: “ngapain?”
Aul: “ngobrol bu”
Sekelas: cekakakan
Bu pengawas: resah
Bu pengawas: pergi mencari nikee
Bu pengawas: “nikee... nikeee!” tereak kayak nyari tarsan tersesat
Nikee: muncul
Putri: ikutan muncul

Akirnya mereka berdua ke tempat asal mereka masing masing. Dengan sedikit cengengesan tentunya
Nike n bu pengawas: balik ke kelas
Aul: langsung madep pintu dan nahan tawa
Sekelas: nahan tawa
Nike: isin(malu) ...(eh malu gak ya... ga tau)
Putri: balik ke kelas sendirian dan (katanya dia sendiri) diketawain

Yah, dari situ saya belajar deh, bahwa menjadi secluded person seperti saya ini gak seburuk itu. walaupun biasannya dari kecil saya emang selalu menjadi secluded person, ternyata ada baiknya juga. Jadi jangan ngobrol aneh2 waktu belajar ya. Hahaha (masih cengengesan di depan laptop).
Hahaha
Hahaha
Cakakaka

Tapi setelah itu mereka tetep bikin aku secluded person lagi...
Aul: manyun..

Jumat, 21 Mei 2010

The TRAJEDI of PIZZA HUT

Jumat, 21 Mei 2010
TRAGEDI PIZZA HUT
Huhaa huhaa ketemu lagi sama saya .aulia di blog yang telah mencetak rekor (tenane?) nancepin cerpen yang panjangnyta gak terhingga
Kini .aulia akan menceritakan tragedi pizza hut yang berawal dari...
Dari...

UJAN
Bukan ujian bukan ujaan, tapi HUJAN, ya jogja lagi dilanda ujan nih... mpe2 di mirota kampus banjir mpe selutut se mata kaki. Berawal juga dari situlah musibah piza hut.
Waktu itu ujan deres di angkot waktu mau ke elti... sampe di mirota udah ujannya nanjak bener. Karena aku bawa laptop dan takut keujanan sekalian bawa barang yang seabreg ditas aku langsung, tanpa pikir panjang mutusin untuk naik bis, padahal biasannya aku jalan kaki. Aku dulu diingetin sama ibukku untuk naik becak aja waktu ujan. Padahal aku males banget naik becak, udah mahal, dodol lagi tukangnya... Huuu
Padahal juga, dulu waktu ke elti ada ujan deres juga. Deres banget, dan waktu itu aku bawa joshi sama2 ke elti. Kita nekat naik bis(nekatnya itu aku, joshi cuma ikutikutan sambil ngerasa sangat bahagia terpaksa. Kita berhenti di gramed dan ngelanjutin ke elti... sesampainya kita basah kuyup dan apesnya lagi ada IBUNYA joshi.... aku malu banget
Juga waktu itu aku bawa GANDHES ke elti dan untuk keduakalinya juga ujan deres tapi tetep naik bis, dan kita gak basah kuyup, syukur deh.
Dan yang ketiga ini aku masih naik bis... waktu bis dateng setelah nunggu cukup lama... aku naik terus.. terus waktu naik itu kakiku meleleh kecelup di air yang murni, bersih, tak berasa bak air zam zam berwarna coklat, dipenuhi dengan sampah, berisi jutaan bakteri dan virus (iklan sabun mandi yah... lagi rame nih... nimbrung aah)
Dengan menyesalnya naek bis... aku lepas sepatu di dalem bis, terus ngeluarin aernya.. terus tak pake lagi...
Sampe aku di elti aku gak lewat depan tapi lewat belakang, karena malu sepatu basah. Aku lewat belakang terus ke kantin beli sendal merek skywave. Ada sendal karet sih... tapi malu aja beli...
Ternyata malu beli sendal karet yang bisa dibilang ndeso itu memberikan sedikit keberuntungan pada saya karena setelah pulang elti emak tiba2 ngajak ke PIZZA HUT.
Edan, ngapain ke pizza hut pake seragam acak2an gene, apalagi pake sendal...
Malu abis
Sangat malu
Very malu desu
Dankiwel

Kita masuk... Untung pelayannya baek dan mau kita masuk (emangnya gak mau dapet duit). Beneran, disana aku yang paling NDESO... nyoba nutupin sendal skywave itu pake rok yang panjang betuul.
Kita ke pisa hut itu karena emak yang liat iklan di tipi paket hemat 30rb-an, ya mau lah aku ke pisa hut... tapi jangan gini dong...
sambil nungguin pesenan aku liat sekeliling. Ada orang lagi ngobrol sambil buka lappy dan disodorin pisa yang guede buanget... dan keaknya si pembuka lappy cuek bebek ma pelayannya, asikan ngobrol sama si temen di depannya.
Waktu tungguin pesenan juga disarannin ambil saladnya.. wah mau banget aku tapi pake sendal.... sendal ini... ga jadi eh.... ngeri amat lama2 nih sendal
Pesanan kita dateng... pertama kita disuguin minuman yang masuk paket... bisa dibilang itu bukanlah sebuah minuman istimewa karena minuman itu, walopun namanya ajekblek gak jelas tapi dasarnya tetap sama... SODA GEMBIRA...
Kedua disuguin spagetti... karena emang dah ilfil waktu mau diajak ke pisa hut... gak tah makan deh, takut kekenyangan karena membayangkan pisanya yang bakal gede amblegebrek keak yang pernah kumakan 2 bulan yang lalu.jadinya spagetti yang buat dua orang yang dalam mangkok cukup besar itu langsung diLAHAP sama ibuku tanpa kenal ampun... gak pake ditarok di piring dulu, bo. Tapi langsung diembat beserta piringnya, kekeke
Penganan yang ketiga, garlic bread... makanan yang sama sekali benar2 harus dianggap dan harus dipanggil garlic bread... sebel juga kenapa harus dipanggir garlic bread... padahal itu cima ROTI TAWAR YANG DIKASI PEWARNA TERUS DIAKSI MENTEGA KEMUDIAN DIPANGGANG... gitu doang kenapa gak dipanggil ROTI TAWAR aj???
Nah... semuanya udah tinggal pisanya nih... aku dah mbayangin ada pisa besar didepanku mpe mejanya gak muat...
Tibalah sang pisa datang.... pisanya tuh kecil dan cuma ada EMPAT POTONG doang...
Tetep kumakan aj lah.... makan deh. Tiba2 si pelayan dateng ngomong : pesenannya udah semua, bu?
Ibuku njawab: udah mba
Nunggu pelayan tu pergi dan akirnya pergi juga, aku nanya rada bisik2 dikit: bu.... mana pisanya?
: lha ini pisanya
: euh, masa?????
: iyalah... tigapuluh ribu mau ngarep pisa XL???
:*diem*

huh sebal... di iklan aja udah cukup gede, kok kenyataannya malah EMPAT POTONG DOANG...
dengan sedikit merasa tersiksa ya aku makan aja... nyesel juga sih ga makan spagettinya.
Tragis pula... ibukku makan pisanya DICAMPUR dengan spagettinya.... mantep banget tuh. Aku sampe tutup mata, Untung ga ada orang ngeliatin. Pisonya ma garpunya semua dimasukkin, buset.... kelaperan amat emak saya.
Akirnya aku cuma dapet setengh kenyang doang dengan arta 30rb-an. Ya, tak apalah, mantap pokoke.
Masi memikirkan sendal, aku coba gak panik dan mencoba terlihat keak anak normal dengan sendal skywave itu.
Waktu mpe rumah ibukku bilang waktu aku tanyak kok mau2nya ngaajak ke pisa hut: emak cuma mau nyenengin kamu doang.
AJI-GILE, dodol ah... kalo gitumah laen hari aja... bukan nyenengin namanya.. tapi bikin malu plus juga ada malu lagi karena emakku makan dengan NDESONYA. Kayak di kantin prasmanan. Kekeke.
Tapi terharu juga, karena mau bela2in nyenengin aku, hahaha. Ga apalah pengalaman.

Rabu, 05 Mei 2010

Capingen Girl/Gadis Bercaping


aslinya cerpen ini buwat lomba... tapi kalah karena gak mecing ma judul cerita... cekitott(nggak kalah kocaknya lho)

bagi anda2 yang dah baca di fb saya... langsung baca dari yang dah kasih garis

Sinar matahari menembus jendela kamarku yang tertutup korden ungu hingga mengenai wajahku. Mataku terbuka dan langsung menyipit saking cerahnya sinar itu. Aku beranjak dari tempat tidur menuju satu-satunya jendela yang ada di dalam kamarku. Langkah kakiku berdentum di atas lantai parquet yang bersih mengkilap, aku baru saja mengepelnya kemarin siang. Kusibakkan korden ke arah kiri kemudian membuka jendela. Hari ini cerah sekali, udara juga sangat segar. Kuhirup dalam-dalam udara pagi hari lalu mengeluarkannya pelan-pelan. Sekarang seluruh isi kamarku terlihat dengan jelas. Dinding yang berwarna krem, sebuah lemari pakaian kecil tepat di depan tempat tidur rampingku, sebuah lampu belajar di atas meja belajar tanpa laci, dan tumpukan buku yang kuletakkan di sebuah rak di samping meja belajar. Ada dua pintu di dalam kamarku, satunya menuju ke kamar mandi dan dapur, satunya lagi menuju keluar kamar.
Mataku terbelalak lalu menoleh ke arah jam dinding. waktu menunjukkan pukul sembilan Waktu Sablengnesia Tengah. “Ya ampun! Hari ini kan ada kuliah pagi jam sepuluh, aku bisa terlambat!” Teriakku keras kemudian masuk ke kamar mandi. 45 detik kemudian aku keluar dengan gaun batik selutut dengan lengan hanya sampai bahu. Aku tarik resleting yang berada di bagian lutut sampai ke pinggang, kini tampak legging hitam selutut yang hampir mirip dengan celana renang, aku nampak seperti memakai setengah bagian rok dan setengah bagian lagi adalah celana. Aku segera menggendong tas punggungku yang penuh dengan buku, mengambil sepsang sepatu hitam yang kuletakkan di rak sepatu di samping pintu. Aku menjeblak pintu kemudian keluar, menutup pintu dan menguncinya secepat yang aku bisa.
Aku turun dari lantai dua menuju gerbang di lantai satu. Aku mengucapkan salam kepada ibu kos kemudian lari keluar. Jarak Universitas Sablengnese tempat aku kuliah cukup jauh dari kos-kosanku dan transportasi tercepat di negriku saat ini adalah becak dan harus pintar-pintar menawar untuk mendapatkan harga yang murah. Menurutku, berlari dengan naik becak tidak ada bedanya, malah menghabiskan uang saja. Untunglah, aku bisa masuk kampus, padahal kurang 5,6 sablengdetik lagi sudah bel.
Aku kuliah di Universitas Sablengnese jurusan arkeologi. Oh iya, Universitas Sablengnese terletak di ibukota negara Sablengnesia, Sablengnese. Ibukota yang ditinggali oleh orang-orang keturunan Jawa. Negara ini berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh Raja Joko Sableng. Negara asalku ini adalah salah satu penyumbang teknologi terbesar di dunia, karena telah menemukan komputer yang saat ini menjadi alat penting dalam kehidupan masyarakat dunia. Sablengnese atau orang Sableng itu bernama Bili Gerbang ke-3.
Di negaraku ini juga mempunyai fakta-fakta aneh, lho. Contohnya, Sablengnesia adalah benua terbesar di bumi yang berbentuk bulat sempurna dengan 17 gunung aktif, 18 danau yang airnya cukup untuk menggenangi tanah Nigeria, dan mempunyai 45 industri dark chocolate nasional terbesar di dunia. Yang lebih aneh lagi, walaupun Sablengnesia termasuk negara maju, transportasi yang paling utama di negara ini adalah kaki. Tidak ada pesawat, mobil, motor, sepeda, skuter, sepatu roda, dan transportasi modern lainnya kecuali becak dan kapal tenaga surya. Di negara ini juga jarang sekali menggunakan satuan internasional seperti meter, kilometer, kilogram, dan sebagainya. Di sini menggunakan satuan SA atau Sableng for All, artinya setiap satuan yang akan dicantumkan selalu memakai kata ‘Sableng’ seperti contoh Sablengmeter, Sablengsekon, Sablengkilogram, dan lain sebagainya. Satuan internasional biasannya hanya digunakan di sekolah bilingual atau sekolah bertaraf internasional. Waktu yang dipakai di sini adalah, Waktu Sablengnesia Barat, Waktu Sablengnesia Tengah, dan Waktu Sablengnesia Timur.
Aku sudah sampai di pintu masuk kelas. Di dalam kelas, suasana gaduh sekali tapi aku tak menghiraukan. Aku langsung mengambil duduk di depan sendiri. Murid-murid yang duduk di sekitar tempatku duduk segera menghindar dengan raut muka yang bermacam-macam. Ada yang ketakutan seperti melihat setan, ada yang tenang-tenang saja karena hanya mengikuti temannya menghindar dariku, ada yang memandang jijik padaku, ada yang memandangku rendah sambil bermuka sombong, dan lainnya. Aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Aku menatap mereka tanpa ekspresi kemudian berbalik ke arah depan kemudian duduk. Di belakangku, di samping kanan dan samping kiriku tidak ada orang, mereka semua menjauhiku, entah kenapa. Aku mencuri dengar dari murid perempuan yang mengatakan pada pacarnya bahwa aku ini menakutkan, tidak pernah senyum, juga gaya rambutku yang norak yang mirip dengan Jackie Kennedy Onasis. Sisi rambut yang kanan ke arah kiri dan rambut sisi kiri mengarah ke kiri, poniku mengarah ke kanan. Pacar gadis itu hanya mengangguk-angguk dan mengatakan ia benar, memang sih semua yang perempuan katakan tentang penilaiannya terhadapku memang seratus persen benar. Menurutku, kenapa aku harus tersenyum? Menurutku tidak perlu.
Aku juga mencuri dengar dari murid laki-laki yang membicarakan aku dengan temannya. Katanya, dia sangat iri terhadapku, karena nilaiku yang selalu sempurna, pekerjaan rumahku yang selalu sempurna. Memang, semua pekerjaan rumahku, dan semua tes akademik yang dihadapkan padaku nilainya memang selalu sempurna.
Satu kelas langsung diam saat guru masuk. Sang guru berjalan cepat ke meja guru yang terlihat seperti panggung khotbah Sholat Jum’at sambil membawa setumpuk dokumen di lengannya. Ia duduk perlahan kemudian berdiri lagi dengan cepat. Seluruh murid kaget kecuali aku, aku sudah tahu apa yang akan terjadi berikutnya.
“Saya akan mengumumkan hasil tes akademik yang sudah sampeyan-sampeyan kerjakan Senin lalu,” kata pak guru diikuti suara ‘ooohh!’ dari murid murid arkeologi atau sering mereka sebut MARK, Mahasiswa Arkeologi.
“Angelina Jali, 55. Bobohuu, 67, Christina Aungilernyaa 43, Toby Maguwo, 00. Spongebob Roundpants 78...,” kata pak guru sambil tersenyum puas diikuti suara-suara aneh dari MARK. Angelina Jali bersujud syukur di lantai kelas karena 55 adalah nilai tertinggi dalam sejarah hidupnya. Bobohuu menangis keras karena nilainya yang super jelek sambil berteriak tentang ibunya yang akan menghukumnya tidak akan dapat makan malam selama 56 Sablengjam jika nilainya tidak mencapai 67, 345. Toby Maguwo segera keluar kelas kemudian naik ke lantai 5 kemudian menjatuhkan dirinya dan meninggal dunia di tempat. Spongebob Roundpants langsung kembali ke lautan dan bersumpah tidak akan mengikuti kuliah selamanya.
“Terakhir... Rita Anggraeni...,” pak guru menghentikan pengunguman nilai ujian ingin melihat ekspresi murid-muridnya. “Hiiiiiii........k!” Seluruh murid kecuali aku memekik keras seperti cegukan yang direkam kemudian diputar dalam mode slow motion.
“SERATUS!” Ucap pak guru sambil menggunakan wig Elvis Persley dan menunjukku dengan kedua telunjuknya, semua murid pingsan. “Ini adalah ke 12453456 kalinya Rita Anggraeni mendapatkan nilai sempurna dalam tes akademiknya.” Kata pak guru dengan gaya yang sama sekali tidak keren. Aku hanya diam.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 Waktu Sablengnesia Tengah. Aku segera pulang ke kos-kosan, mandi, belajar, kemudian menonton acara televisi di sebuah televisi genggam yang baru saja kubeli 2 minggu yang lalu dengan harga 300 Sableng atau jika dikira-kira 3 juta Rupiah. Aku menonton sambil tiduran di kasur.
Sudah menunjukkan pukul 5 aku segera pergi ke tempat kerja paruh waktuku. Eik Eik Wan yang bertempat di Lapangan Sepakbola Untitled. Aku bekerja part time di sini 2 kali dalam seminggu. Eik Eik Wan adalah sebuah tempat untuk menonton film layar tancep yang diadakan di sebuah lapangan. Eik Eik Wan buka dari jam 6 sore sampai jam 2 pagi menayangkan 4 film yang berdurasi dua jam. Layar tancep berada di pinggir lapangan, orang orang yang ingin menonton bisa duduk di kursi penonton atau lesehan dengan membawa koran sendiri di tengah lapangan. Sedangkan film diputar melalui sebuah menara di atas. Film diputar kemudian diperbesar menggunakan kaca pembesar khusus. Hampir sama seperti bioskop modern di luar negeri, hanya saja tidak ada iklan sebelim film.
Sampai aku di Lapangan Sepakbola Untitled, aku segera masuk dan mengisi absen. Aku segera ganti baju. Aku mengenakan topi hitam, celana panjang hitan, dan t-shirt hitam. Aku bekerja di bagian konsumsi alias di bagian kafe. Di sini ada menu: bakwan, tempe, kacang rebus, tempe, tahu kuning, teh, es teh, wedang uwoh, ronde, bandrek, kelamud, dawet ayu, dan es cincau.
Akhirnya selesai juga kerja. Aku langsung berlari pulang.
Esok pagi dan 2 hari seterusnya masih berjalan seperti biasa. Tetapi, minggu berikutnya aku merasa ada sesuatu yang aneh. Aku diminta bekerja 6 kali dalam seminggu hingga nilai tes akademikku turun dari 100 menjadi 99,5. Dan yang terburuk aku tidak menerima gaji selama 3 bulan yang menyebabkan konsentrasi belajarku turun karena kurang tidur dan setiap hari selalu makan mie instant karena uang kiriman orang tua dari kampung tak cukup untuk membeli susu, dan makanan bergizi lainnya. Kulitku menjadi kusam, mataku sayu dan berkantung, tekanan darahku meningkat, sering menguap, berat badanku naik 5 kilo, dan jalanku mulai bungkuk. Dan yang terburuk adalah, nilai tesku yang 99,5 sekarang menjadi 78! Oh, tidak!
Aku harus menghentikan semua ini! Ini tidak adil! Sudah banyak para pegawai yang tidak masuk karena sakit dan busung lapar. Untuk itu aku memutuskan untuk bertanya kepada manajerku siang itu juga.
“Sir, saya minta gaji saya yang belum dibayar!” Bentakku.
“Ah...euh...euh...euh...engg...gini Mbak Rita..gini...gini lho,” jawab manajerku yang banci mengulur waktu.
“Kenapa mbak? Eh...pak?” Tanyaku tak sabar. Tapi dari tadi dia hanya bilang, “Eeh...eeh...euh...ah...ummm.” Karena jengkel aku langsung pergi. Pergi ke Istana Sableng untuk menemui sang raja menuntut gaji.
Aku berjalan di trotoar sambil memandang jalanan. Kulihat seseorang pingsan saat menyebrang jalan, seorang wanita menolongnya, kemudian membawanya ke pinggir jalan dibantu oleh 2 orang yang lain. Di sebrang jalan juga ada lima orang yang pingsan. Seseorang berteriak dari seberang jalan, “Tak ada makanan! Raja, beri kami makan!”
Aku sampai di gerbang istana, dua penjaga mempersilahkan aku masuk ke dalam. Kulihat dari kejauhan sebuah singgasana emas yang besar dengan ukiran ukiran indah di sekitarnya. Di kanan dan kiri singgasana terjejer rapi kotak kotak putih besar setinggi 3 meter yang berisi satu orang setiap kotaknya berisi satu orang. Di dalam kotak ada peralatan kantor lengkap seperti komputer, telepon, fax, dan scanner. Aku berjalan di atas karpet merah menuju ke singgasana melewati kotak kotak berwarna putih yang diatasnya bertuliskan Menteri Kehutanan, Mentri Ekonomi, dan sebagainya.
Aku berhenti ketika jarak antara singgasana denganku hanya berjarak 4 meter saja. Aku kaget, yang duduk di atas singgasana bukanlah Raja Joko Sableng,

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
melainkan seorang bule berambut pirang dikucir kuda. Ia menggunakan t-shirt warna pink dan celana selutut dengan sneakers warna pink. Aku membungkukkan badan memberi hormat kepada si bule, alhasil dia kelihatan bingung.
“What is your purpose to come here? (apa tujuanmu datang ke sini?)” Tanya si bule angkuh sambil meletakkan salah satu tangannya ke dagu, menaruh kakinya di atas kaki satunya, dan menyandarkan badannya ke arah kiri.
“I am sorry Your Highness. I came here to ask for my wage that not payed yet (maaf yang mulia. Saya datang kemari untuk menanyakan upah saya yang belum dibayar.” Kataku masih menunduk 90 derajat.
“Stand up! I will explain you something. (berdiri tegak! Aku akan menjelaskan sesuatu padamu)” kata si bule garang. Aku kembali berdiri tegak menatap sneakersnya yang masih bersih seperti baru beli 5 Sablengjam yang lalu.
“150 Sablengnese has just came here to ask the same question like you! I will explain you, the wage of Sablengnese is now used to build a dam between The Nakula and Sadewa Mountain. I was warned by a famous oracle, Mama Loureng de Liar. She said, I should build a dam to prevent Sablengnese City from Lapindo’s Mud. (150 Sablengnese/orang-orang Sableng datang ke sini menanyakan pertanyaan yang sama denganmu! Aku akan menjelaskan kepadamu, upah para Sablengnese akan digunakan untunk membuat sebuah bendungan di antara Gunung Nakula dan Gunung Sadewa. Aku telah diperingatkan oleh seorang peramal terkenal, Mama Loureng de Liar. Ia mengatakan, aku disarankan untuk membuat sebuah bendungan untuk melindungi Kota Sablengnese dari Lumpur Lapindo)” kata si bule itu dengan muka yang mencoba meyakinkan aku terhadap kata-katanya. Ia seperti ingin mengusirku.
Tetapi, bukankah Mama Loureng de Liar adalah seorang peramal kuno yang sudah membohongi 200 juta Sablengnese, Presiden India, Perdana Menteri Jamaika, dan 1500 polisi di seluruh dunia. Juga, Lumpur Lapindo berada di Kota Lapindo yang letaknya di sebelah selatan Kota Sablengnese. Ibukota Sablengnese dengan Kota Lapindo Berjarak 12300000000000000000000000000000 Sablengcentimeter dari Kota Sablengnese. Yang mengherankan juga, Gunung Nakula dan Gunung Sadewa beradadi sebelah timur Kota Sablengnese dan sangat jauh dari Kota Lapindo. Untuk apa membangun bendungan di sana?
Aku sebenarnya ingin beradu argumen tentang bendungan dengan bule itu. tapi aku tak ingin berlarut-larut di sini. “ Ke mana perginya Raja Joko Sableng yang seharusnya duduk di tempat yang kau duduki itu?” Tanyaku menahan emosi mengingat nilaiku yang turun drastis dan menu makanku setiap hari yang hanya mi instant, mi instant, dan mi instant.
“Hoo, jadi kamu marah ya kalau saya menduduki singgasana raja goblok itu?!” Bentak si bule itu keras, mulutnya yang monyong ke depan bagai menyodok perutku dan matanya yang melotot seperti menusuk kedua lubang hidungku. “Selama setahun ia mengikuti tour keliling dunia dengan kapal layar abad ke-16. seminggu yang lalu ia pergi ke Jepang untuk memecahkan rekor dunia sebagai Orang Sableng pertama yang melihat bunga sakura dengan mata keplalanya sendiri. Kemudian ia akan pergi ke Korea Selatan untuk menyaksikan secara langsung syuting ‘Laki Sebelum Bunga’. Selanjutnya ia akan pergi ke China untuk menyaksikan secara langsung syuting ‘Bintang Kecil On da Blu Skai’. Dialnjutkan kunjungannya ke negara Prancheese untuk mencicipi replika wajah Monalisa tiga dimensi yang terbuat dari cokelat warna-warni. Kemudian ia pergi ke Belanda untuk bertemu Ratu Belanda membahas tentang krisis keju di Sablengnesia. Kemudian berkunjung ke Inggris untuk belajar gitar bersama Matthew Bellamy dan Elvis Parsley. Dan terakhir, kunjungan ke Alaska untuk melihat bangkai kapal Titanic yang tenggelam di Laut Atlantik karena menabrak sebuah Warung Sate Madura di tengah lautan 4 bulan yang lalu.” Ucap si bule dengan bahasa Sablengnesia sambil membaca kertas yang dipegangnya.
Tanpa berpikir panjang aku langsung pergi ke luar tanpa mengucapkan salam kepada si bule. Si bule hanya tenang-tenang saja.
“Aku harus menemukan Raja Joko Sableng. Kalau tidak, hancurlah impianku menjadi seorang arkeolog ternama yang dipuja-puja orang karena nilaiku yang semakin memburuk,” kataku sambil mondar mandir di lantai parquet kosku. “Lagipula, setahun itu waktu yang lama sekali. Pasti aku sudah mati karena terlalu banyak memakan zat adiktif yang ada di dalam mi instant. Bagaimana ini masa depanku?!” Teriakku masih sambil mondar-mandir.
Aku langsung bergegas mengambil tas kecil, mengisinya dengan satu gaun yang ber-resleting di pinggang sebelah kanan, satu legging, satu buah buku atlas dunia, sebuah senter yang diletakkan di atas kepala, sebauh tali rami sepanjang 10 Sablengmeter, dan sebuah golok untuk berjaga jaga jika ada yang mau menggangguku.
Aku pakai tas itu di pinggang kemudian kugeser tes itu ke arah belakang. Lalu aku mengambil caping berukuran sedang di atas meja belajar yang sering kupakai bila sinar matahari sangat menyengat. Caping ini berlapis plastik di dalam anyamannya, jadi jika hujan, kepalaku tidak akan basah. Caping itu kuikatkan di punggung menggunakan jarik. Kemudian aku mengambil sandal jepit warna hitam yang kutaruh di rak sepatu berjejer dengan sepatu hitamku. Kuambil dan kupakai. Kemudian keluar kamar, mengunci pintu, memasukkannya ke dalam tas pinggangku dan pergi ke luar.
Jepang berada di utara Taiwan. Taiwan berada di utara Filipina. Dan Filipina berada di Utara Sablengnesia. Kota Sablengnese dekat dengan lautan, kuputuskan untuk segera pergi ke pantai.
Sesampainya di pinggir pantai aku duduk bersila dan meletakkan kedua tanganku di atas pasir pantai. “ Mbah, simbah ijinkan kulo nututi sabun wangi kang dadi panunjuk kulo.... mbah simbah ijin kulo nyabrangi laut... nyabrang...nyabrang.” Jampiku dengan serius. Kemudian aku berdiri, mengambil nafas sepanjang-panjangnya kemudian aku berlari menyebrangi laut yang luas yang bermandi sinar bulan purnama. Nenek moyangku dahulu mempunyai kekuatan supranatural untuk menyebrangi sungai, kolam renang, lautan, dan lainnya yang berbentuk cair.
Angin sedang tidak bersahabat malam ini, udaranya sangat dingin. Cipakan air menimbulkan bunyi ketika aku berlari di atas air. Aku mengeluarkan senter yang kusimpan di dalam tas kemudian memakainya dia tas kepala tak lupa memencet tombol di belakang lampu senter untuk menghidupkan senter. Kini, lautan yang kulewati sedikit lebih terang, diterangi sinar bulan dan senterku.
Aku sudah melewati kota Santa Cruz di Filipina. Aku mengambil buku atlas guna mencari daerah di Jepang untuk mencari tempat beristirahat karena di jam tanganku waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam Waktu Sablengnesia Tengah, dan kalau aku tidak tidur lebih dari jam 9 malam Waktu Sablengnesia Tengah epilepsiku bisa kambuh yang dapat mengakibatkan seluruh makhluk di dasar lautan akan hancur termasuk plankton dan fitoplankton. Aku memutuskan untuk bermalam di Pulau Fukue, Jepang.
Mataku sudah mulai berat untuk dibuka pertanda aku sudah mulai mengantuk, beberapa kali aku menguap dan hampir jatuh tenggelam. Tiba-tiba, dari kejauhan aku lihat seberkas cahaya. Aku terus berlari, hingga akhirnya yang tadi hanya kulihat seberkas cahaya sekarang menjadi segerombolan cahaya yang membentuk kata: WARUNG SATE MADURA CAK UNTUNG. BUKA 24 JAM. Mataku yang tadinya berat untuk dibuka sekarang melotot. Melotot karena melihat sebuah warung sate di tengah lautan. Warung sate yang buka 24 jam di atas pulau yang hanya berdiameter 15 Sablengmeter atau 15 meter. Warung sate yang buka di atas pasir pantai yang hanya ada satu pohon kelapa setinggi 15 Sablengmeter.
Aku tak perduli warung sate di tengah lautan atau apa yang penting sekarang aku harus segera mencari Raja Joko Sableng. Aku berbelok ke kanan mencoba menghindari warung sate. Aku menghindar, tiba-tiba warung sate itu bergeser ke kanan! Sungguh sulit dipercaya! Warung sate semakin dekat denganku, aku segera berbelok ke kiri. Tetapi warung itu berbelok ke kiri juga. Aku berlari zigzag, warung sate itu juga bergerak zig zag. Aku sudah kehabisan akal untuk menghindari warung sate itu sementara warung sate semakin dekat denganku. Dan akhirnya aku menabrak warung sate itu.
Suara ombak pantai yang halus dan dinginnya air pantai yang menggenangi kakiku membuat mataku terbuka dan menghentikan cerita dalam mimpi yang sedang aku saksikan. aku masih berbaring dan melihat sekeliling. Di tempat aku berbaring adalah pasir pantai putih. Capingku berada disampingku dan jarik untuk mengikatnya hilang. Senter yang kupakai di kepala juga hilang. Aku mendangak ke belakang dan yang aku lihat adalah hutan. “Aku ada di mana?” Tanyaku. Aku segera berdiri, memakai caping dan mengikatnya erat-erat di bawah daguku. Aku berjalan mengelilingi pantai
Sekarang terlihat bajuku yang berantakan dengan pasir pantai yang menempel. Aku terlihat seperti gembel yang tersesat di dunia antah-berantah. Aku berhenti dan memeriksa isi tasku. Semuanya masih ada, tetapi buku atlas duniaku basah, aku menjemurnya di atas pasir pantai saat itu juga.
Dari kejauhan seseorang berlari ke arahku. Semakin dekat. Semakin dekat, sekarang aku dapat melihat ia memakai yukata hitam dengan garis-garis putih vertikal dengan sabuk berwarna hitam yang ia lilitkan di pinggangnya. Sangat dekat, ia pun berhenti tepat di depanku. Sekarang terlihat wajahnya yang tampan, badannya yang tinggi semampai melebihi tinggiku, rambutnya yang tidak terlalu panjang juga tidak terlalu pendek, kulitnya yang seputih mutiara, matanya yang hitam nan bening mengkilap, juga senyumanya yang menawan.
“Hello, nama saya Matsuyama Kenichi. Panggil saja saya MatsuKen. Boleh tahu nama anda, nona?” Tanya laki-laki tampan itu kepadaku dengan bahasa Inggris. Aku terpana sesaat karena selain suaranya yang halus yang telah membuat seluruh syaraf di tubuhku mati sesaat juga karena dia memanggilku ‘nona’ yang membuat aku Gede Rasa sesaat.
“N-nama ssayya Rita Anggraeni dari Sablengnesia. Pleased to meet you, MatsuKen. (senang berkenalan denganmu MatsuKen)” Kataku sedikit gelagapan. “Ngomong-ngomong saya sedang berada di mana ya?” Lanjutku.
“Oh, Nona Rita sedang berada di Pulau Fukue, Jepang.” Jawabnya halus.
“Apakah MatsuKen tahu di mana keberadaan Raja Joko Sbaleng saat ini?”
“Maaf, saya tidak tahu apa-apa tentang Raja Joko Sableng.”
Tiba-tiba aku teringat perkataan si bule tentang bunga sakura yang akan dilihat olah Raja Joko Sableng di Jepang. Tetapi si bule itu tidak mengatakan secara rinci dimana tempatnya. “Apakah anda tahu dimana letak pohon bunga sakura MatsuKen?”
“Yah, hanya satu yang saya tahu sih. Pohon sakura abadi yang berada di puncak Gunung Midoriyama, tempat diselenggarakannya Ninja Warria dan The Women of Ninja Warria.” Kata MatsuKen Lugas, Tegas, dan terpercaya.
“Baiklah, aku harus segera pergi MatsuKen. Aku ada keperluan penting. Permisi.” Aku langsung berbalik, menjatuhkan badanku ke pasir, mengadahkan tanganku ke atas dan bersiap mengucapkan jampi-jampi.
“Eh, apa yang anda la—“
“Simbah....simbah...ijin kulo ngudara....ijin kulo ngudara....”
“What are you tlaking abou—” matsuken menghentikan pembicaraan ketika aku berdiri lalu mengambil buku atlasku yang masih setengah basah kemudian terbang ke angkasa. Aku membalikkan kepalaku dan melihat MatsuKen yang pingsan di tempat.
Aku berada di atas langit. Cuaca sangat panas untunglah aku menggunakan caping, wajahku tidak terbakar matahari. Pemandangan negeri Jepang dari atas sangat indah. Mobil-mobil mewah dan gedung-gedung pencakar langit tak pernah kulihat di Sablngnesia yang bangunannya keseluruhan berbentuk joglo.
Lama kelamaan aku tak tahan lagi dengan cuaca panas hari ini. Disekelilingku hanya ada awan dan awan. AHA! Awan kan mengandung air, mungkin aku bisa mendinginkan tubuhku jika aku melewatinya . Tetapi yang kulihat hanya awan-awan tipis dan setiap aku melewati awan-awan tipis itu aku tak merasakan apapun selain panas.
Kuihat dari kejauhan sebuah awan tebal menggumpal yang kelihatannya kaya akan air. Aku menuju ke sana, aku mempercepat kecepatan terbangku hingga aku berhasil melewatinya. Ooh, airnya sejuk sekali hingga tanpa sadar bajuku basah semua termasuk buku atlas duniaku yang baru saja kering beberapa Sablengjam yang lalu. Saat aku sampai di tengahnya, samar-samar terlihat kotak besar bertinggi sekitar 8 Sablengmeter yang berwarna putih hampir sama dengan warna awan disekelilingnya. Karena penasaran aku pergi menuju ke kotak besar itu.
Saat aku sampai tepat di depan kotak, ternyata tingginya melebihi 8 Sablengmeter. Tingginya adalah 200 Sablengmeter! Aku mengitari kotak itu. aku berhenti saat aku melihat sebuah LCD berlayar 14 inci degan tombol QWERTY lengkap yang menempel di dinding kotak di samping kanan LCD. Aku sedikit tersentak ketika layar LCD berubah menjadi putih kemudian huruf-hurf nampak satu persatu di layar membentuk tulisan: INFORMATION CENTER. PLEASE TYPE YOUR DESTINATION BELOW. Hanya iseng, aku mengetikkan tempat tujuanku: MOUNT MIDORIYAMA. Sedetik kemudian sebuah kotak kecil yang berwarna hampir sama dengan warna awan di sekitarnya keluar dari kotak besar membuat lubang besar berbentuk kotak di kotak besar. Lalu, keluar lagi kata-kata: PLEASE FOLLOW THE BOX. Aku menoleh ke arah kotak kecil itu, ternyata benda itu sudah pergi cukup jauh. Aku segera mengikuti kotak kecil itu.
Saat aku sedang dalam perjalanan tiba-tiba kotak itu berhenti dan perlahan berubah menjadi debu lalu menghilang dititup angin. Aku mengarahkan kepalaku ke bawah. Terlihat sebuah bukit kecil yang dirindangi pohon-pohon tinggi yang kokoh. Aku memutuskan untuk turun. Sesampainya di sana, bukit kecil itu sudah tidak nampak seperti bukut kecil seperti sebelumnya, melainkan sudah menjadi puncak gunung yang sangat besar. Aku menyusuri jalan setapak yang mengarah ke puncak gunung. Aku berhjenti karena jalan setapak itu ditutupi sebuah pohon besar tinggi. Ternyata itu adalah sebuah pohon sakura yang sedang mekar dengan indahnya, padahal tadi aku tidak melihatnya. “Berarti raja ada di sekitar sini!” Pikirku. Tapi setelah aku mencarinya aku tidak menemukan sang raja.
Aku terbang kembali ke angkasa, mencari kota terdekat untuk bertanya kepada orang-orang di sana. Sesampainya, aku langsung bertanya kepada seorang nenek yang lewat. Sayang, ia tidak tahu apa-apa tentang Raja Joko Sableng. Aku bertanya dan terus bertanya kepada setiap orang yang lewat, tapi tetap pada jawaban yang sama: tidak tahu.
Sampailah aku kepada seseorang yang memakai kemeja hitam, celana panjang hitam, dan topi hitam. “Apakah anda mengetahui keberadaan Raja Joko Sableng?” Tanyaku kepada orang itu.
“Tentu, mari ikuti saya.” Jawab orang itu tanpa ekspresi. Aku sangat gembira mendengarnya.
Kami menyusuri gang-gang sempit yang hampir sinar matahari tidak dapat melewatinya. Udaranya lembab dan terasa menyesakkan, serta lantainya yang basah dan dingin. Orang itu berhenti di gang yang sedikit lebih luas, aku juga ikut berhenti. Deru suara kaki datang dari arah belakang dan arah depan, aku panik. Apa yang terjadi?
Selusin orang datang dari arah depan dan belakang. Mereka mencoba menangkapku, tapi aku segera melemparkan tendangan dan pukulan kepada mereka. Mereka sangat gesit dan lincah hingga akhirnya aku tak berdaya. Mereka memasukkuanku ke dalam jeruji besar dan menguncinya.
“Jangan sampai orang ini melarikan diri. Rencana kudeta Ms. Sahntey terhadap Sablengnesia dan Belanda bakal gagal jikalau orang ini mengumumkan apa yang sebenarnya dilakukan Ms. Sahntey.” Kata seorang berbaju kuning dengancelana selutut warna hitam kepada temannya yang gundul.
Apa? Kudeta terhadap Sablengnesia? Lalu siapa Ms. Shantey itu?
“Siapa Ms. Shantey itu?” Tanya temannya yang gundul.
“Itu lho, orang yang sedang membangun tambang berlian di Sablengnesia. Juga yang sedang duduk di singgasana Raja Joko Sableng. Ia juga ingin membunuh Raja Joko Sableng dengan kedok tour keliling dunia.” Jawab orang berbaju kuning.
“Dimana ia akan dibun—“ Pertanyaan orang gundul itu berhenti ketika mulutnya tertutup tangan orang berbaju kuning.
“Ssst! Nanti wanita itu bisa dengar! Ayo kita tinggalkan dia. Gundul, kamu jaga di sini. Lapor kalau ada apa-apa ya!” Orang berbaju kuning yang sepertinya pemimpin dari orang-orang itu pergi diikuti orang-orang yang tadi menyerbuku kecuali si gundul.
Aku curiga dengan perkataan orang berbaju kuning itu tentang tambang berlian di Sablengnesia. Apakah Ms. Shantey yang duduk di singgasana raja itu membangun tambang berlian dengan kedok membangun dam? Dia menggunakan gaji Sablengnese untuk membangun sebuah tambang berlian untuk kepentingannya sendiri! Raja Joko Sableng juga akan dibunuh!
Aku harus bisa keluar secepatnya! Aku harus segera mencari raja untuk menagih gajiku!
Aku mencoba membuka gembok dengan golokku yang kuambil dari tas. Tapi tidak bisa, gemboknya terlalu tebal. Tiba-tiba seseorang berambut hitam berkaos putih berlengan panjang dengan celana jeans biru menendang pantat si gundul itu dengan keras sampai ia jatuh terjembab dengan kepalanya duluan dan pingsan. Lalu oarang berambut hitam itu mengambil kunci yang ada di saku celana si gundul kemudian membukakan jeruji.
“Masih ingat aku Nona Rita?” kata orang berambut hitam itu.
“Oh! MatsuKen!” Jawabku.
“Tadi aku menguping pembicaraan mereka, ayo kita harus mencari Raja Joko Sableng untuk menyelamatkan Sablengnesia dari Kudeta Ms. Shantey.”
“Oh... tapi sepertinya aku bisa sendiri terima kasih, MatsuKen.”
“Kau pasti butuh bantuanku, kau saja tidak bisa membuka jeruji itu sendiri.” Kata matsuken tajam. Memang tidak dapat dipungkiri jikalau aku tidak dapat membuka jeruji itu sendirian.
“Haah baiklah...,” kataku berat hati. Kemudian aku langsung terbang ke angkasa. Ternyata matsuken juga bisa terbang, tapi dengan sapu sihir.”
“Hah, kau bisa terbang dengan sapu sihir? Siapa kau sebenarnya MatsuKen?” tanyaku saat kamu terbang bersama.
“Aku adalah keturunan Harry Potter yang ke-456.” Kata MatsuKen sambil tersenyum.
Sekarang kami sudah sampai di Belanda setelah mengunjungi Korea Selatan dan menyelamatkan Goo Joon Pyo yang kutolong saat dia hampir jatuh dari atas gedung, jadi sekarang aku bersama 2 orang. Goo Joon Pyo dan MatsuKen berbonceng di atas sapu terbang. Kami juga seudah mengunjungi China dan Prancheese tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Raja Joko Sableng di sana.
Kami sudah mendarat tepat di depan Istana Belanda. Tidak ada penjaga siapapun di sana, istana kosong. Kemudian kami masuk ke dalam istana, menyusuri lorong-lorong di dalam istana. Sampailah kami di depan pintu yang kelihatan mewah. Aku membukanya. Tampak seorang nenek tua berbaju rapih duduk di tempat tidurnya sambil meminum teh.
“Maaf, Nyonya tapi saya harus menyampaikan berita ini secara langsung. Belanda akan segera—“ aku menghentikan pembicaraan ketika lampu-lampu yang menggantung di atap istana bergoyang. Dilanjutkan benda-benda di sekitarku juga ikut bergoyang. Gempa! Aku segera menarik Ratu Belanda keluar dari ruangan itu. aku berhasil menariknya hingga ke pintu. Tetapi lampu-lampu yang menggantung itu jatuh tepat di depanku, di belakangku, di samping kanan dan kiriku. Dari dalam lampu muncul percikan api yang kemudian meluas. Untunglah MatsuKen dan Goo Joon Pyo menarikku ke luar. Akhirnya kami semua selamat bersama Ratu Belanda. Kami bertanya tentang Raja Joko Sableng yang katanya berkunjung ke Belanda untuk membahas krisis keju di Sablengnesia, tetapi sang ratu juga tak tahu.
Kami terbang menuju Alaska. Saat kami sedang melewati Rusia, aku berpikir sejenak. Hampir setiap waktu aku ditolong mereka berdua: MatsuKen dan Goo Joon Pyo. Aku juga ingat perkataan MatsuKen yang pedas saat aku diselamatkan oleh MatsuKen dari orang-orang yang mengurungku di jeruji. Aku merasa aku seperti anak kecil yang setiap waktu harus selalu ditolong. Padahal, di kampus aku selalu bisa melakukan apapun sendiri. Aku tak butuh bantuan orang lain. Di rumah, aku bisa melakukan apapun sendiri, aku juga bisa mendapakan uang dari hasil pekerjaanku.
Perasaan dongkol terhadap MatsuKen dan Goo Joon Pyo semakin besar hingga aku menghentikan penerbanganku sejenak.
“Ada apa Rita?” Tanya MatsuKen.
“Eh, sepertinya aku bisa sendiri pergi ke Alaska menyelamatkan Raja Joko Sableng.” Kataku sambil tersenyum. Sebenarnya aku ingin sekali menumpahkan amarahku kepada mereka, tapi aku sedikit takut.
“Eh, tapi kan kami tidak bisa meninggalkanmu sendirian. Kau tidak bisa menghadapi semua sendirian, Rita.” Kata Goo Joon Pyo lembut. Tapi buatku, itu adalah suatu penghinaan. Kemarahanku pun meledak.
“APA!? Kau katakan aku tidak bisa menghadapi semua sendirian?! Tentu aku bisa! Aku adalah anak yang mandiri dan cerdas. Aku selalu sendirian sejak dulu!” Bentakku. “Sekarang aku mau pergi, terima kasih sudah menemaniku sampai sejauh ini. Tapi, sebenarnya aku tidak butuh bantuan kalian.” Ucapku kesal sambil terbang ke depan meninggalkan MatsuKen dan Goo Joon Pyo.
Kedua laki-laki itu semakin menciut ketika aku terus terbang maju. Cuaca di sini dingin sekali, tapi masih bisa bertahan.
Pemandangan di bawah mulai tertutup kabut. Sudah sekitar 50 Sablengmenit aku mengudara, tetapi aku tak melihat Laut Atlantik. Daripada berlarut-larut di atas awan dan tak dapat melihat lautan aku menukuk ke bawah menembus awan. Ternyata di bawah adalah lautan! Aku sedikit merinding ketika aku melihat lautan itu berwarna biru gelap, sangat gelap seperti ingin memakanku.
Suara peluit kapal mengalihkan perhatianku. Di anjungan kapal itu terlihat sebuah kerangkeng besar yang siap dijatuhkan ke dasar laut. Karena penasaran aku pun menuju ke sana. Aku terhenti ketika melihat Raja Joko Sableng tak sadarkan diri di dalam kerangkeng.
PLASH! Kerangkeng itu dijatuhkan. Aku langsung menyelam ke dalam air, lupa mengucapkan jampi-jampi yang digunakan untuk berjalan di dalam air.
Badanku menepuk dinginnya Laut Atlantik hingga perut dan kakiku mati rasa. Aku berenang menuju kerangkeng. Aku berenang sekuat tenaga tetapi tidak dapat meraihnya. Aku berniat mengucapkan jampi-jampi untuk berjalan di dalam air, tetapi aku harus ke permukaan terlebih dahulu untuk mengucapkan jampi karena jampi tidak dapat diucapkan di dalam air.
Aku kehabisan nafas, aku tidak kuat lagi. Aku tidak isa bergerak dan mataku perlahan menutup dengan sendirinya.
Aku membuka mata, aku melihat langit mendung yang mulai gelap. Aku bangun, kulihat api unggun dan 3 orang. 2 diantaranya aku kenali: MatsuKen dan Goo Joon Pyo.
“Tuh kan benar kataku, kau tak bisa sendirian. Kami mengikutimu dari belakang dan menyelamatkan orang ini dari dalam kerangkeng. Apa kau tahu siapa pria ini, Rita?” Tanya MatsuKen.
“Oh! Di adalah Yang Mulia Raja Joko Sableng!”
“Haah... Ha? Dimana aku?” Raja terbangun.
“Raja! Syukurlah baginda selamat! Aku sangat bahagia!” Kataku sambil menundukkan kepala untuk beberapa saat kemudian kembali duduk tegap.
Aku menoleh ke arah MatsuKen dan Goo Joon Pyo. “Maafkan aku karena marah kepada kalian. Kalian benar. Kita tak bisa menghadapi sesuatu sendiri. Sesama manusia memang saling membutuhkan,” ucapku serius.
“Ah, jangan terlalu dipikirkan. Tapi yang penting, kamu mendapat pelajaran baru kan?”
“Iya.”
Aku mengatakan yang sebenarnya terjadi di Sablengnesia kepada Raja Joko Sableng tentang si bule dan peramal pembohong itu dalam perjalanan pulang menggunakan sapu terbang MatsuKen. Sesampainya di Sablengnesia, raja mengusir si bule dan peramal itu dari Sablengnesia. Aku muncul di berbagai media massa bersama MatsuKen dan Goo Joon Pyo. Aku merasa bahagia, juga bangga. Tapi yang paling membuatku bahagia adalah... Aku sekarang punya teman.
TAMAT

Senin, 03 Mei 2010

Omegle.com

Senin, 03 Mei 2010
Omegle.com
I think, everybody has already known about this site. Iyep, ajep-ajep Omegle.com is a site that make people able to chat with random people arround the world. Usually 3000-5000 users online. But, almost users use it for negative purpose, like cyber sex. With the new feature in Omegle.com, Video chat Users could do cyber sex freely.
It seems now Omegle.com give more negative-negative impact than the positives. I think, what can we do in Omegle just chat and chat and see users, no more. And i think that chat in Omegle is waste time, because we just want to having fun with meet people. We chat without any objectives, it’s really2 waste our time.
Omegle.com also damage our moral, most people talk about sex and arround. Setsunai, young generation likes to chat in omegle, not just for haveing fun but talk about sex and harrase the other users.
I know this is not a small problem and this is a very difficult problem to be solved. And so, if we wanna solve this we must start it from our own.
Demo arigatou.

Sabtu, 01 Mei 2010

Kedodolan Tukang Becak

uhuek uhuek... batuk gak sembuh2 juga nih... aku lagi di deket tangga terus ada pensi dibelakangku... males ikut... HOTSPOTAN wae genah ngono wi di perpus sekarang malah denger lagunya tek selebrity out... cekitot aja postingan updateku ini

waktu abis dibilangin tika ada gogirl poto kontest liburan langsung ke malioboro ambil poto ma kamera gede yang kayaknya dari pabrikannya gak jadi. jujur, saya malu banget kalo suruh motret gitu, apa lagi kemauan sendiri, mau motret gak ah.. eh mau.. gak, malu negh... mauu motret... ga jadi.. dan akhirnya jadi juga setelah cekcok panjang dan berbelit2 dan aku ngirim 2 foto (halah)

nah... ngapa ni judulnya kedodolan tukang becak. tau lah kalo malioboro wi kebak becak. na, waktu jalan di trotoar malioboro tu aku lagi ngelamun sambil jalan (hobi) tiba2 didepanku langsung muncul pak tukang becak dengan senyum ramahnya yang menyimpan berbagai kelicikan dan kebangsatan. dia bilang gini, "mbak naek mbak... belon makan brapa aja deh mbak yang penting halal" katanya dalam bahasa jawa PLUS senyum melasnya kayak mbendol kucingku.

ya aku bilang aja aku mau ke kauman terus kita ngobrol2 dalam bahasa jawa aku rada ga ngerti, tapi pokoknya sampe tujuan aja, aku cuma nggah nggih. malah aku juga lupa dan nggak nyadar ngapa aku mau naek becaknya... i buset gila tuh tukang becak... belajar hipnotical dari mana ya?? romi raphael??

ini nih yang biin eke sybhel (orang bilang saya alay) UDAH PAS DI DEPAN MEJID KAUMAN ....DILEWATIN!!! kita mau kemana siiy, kata batin eke. kita dah masuk pager kraton dan... do you know where we stop at???

...
...

TOKO KAOSS

turun dah we terus si tukang becak bilang, ini mbak kalo mau beli kaos tak tungguin
kalo boleh saya ijin, saya mau bilang... SOMPRET LO!! enak aja, duit cekak malah disuruh beli kaos..

and then, ilang deh duit SEPULUH RIBU GUWE YANG SANGAT BERHARGA buat naek TJ(trans Jogja) tapi untung masih ada duwit

dengan dongkol aku ke utara lagi... HEH KE UTARA LAGII SAMA AJA AKU NAGBISIN 10000 EKE!!!

dengan rada nyesel akhirnya aku dapet satu foto jepretan malu2(ehek ehek...hiks) dan dodol, tau gak... aku salah NGISI WHITE BALANCE NYA jadinya biru2 gitu... adaw DODOL dansar tukang becak DODOLL

akhirnya aku balik ke tempat kerja ibukku dengan keringat yang bau dan darah yang naik dan dengan dompet KOSONG

kali ini saya dapat PELAJARAN... jangan percaya, naek(kecuali kepeksa) sama tukang becak. dan gunakan kakimu dengan baik dan transportasi yang terpercaya, dan jangan malu untuk melakukan sesuatu karena pikiran anda tidak sama dengan orang lain